Sabtu, 23 Februari 2013

Laporan Hasil Fieltrip Hukum UBL Lampung



LAPORAN HASIL FIELDTRIP
DI GRUP 2 KOPASSUS SURAKARTA SOLO


DISUSUN OLEH
                                           Nama                                           NPM
1.      YULESMI                           1261101252
2.      KHOLINAWATI                1261101249     
3.      EDY SUMARYANTO       12611012
4.      HERI METIASIH              12611012

                                                           





PROGRAM STUDI MAGISTER MANAGEMEN
PROGRAM PASCASARJANA (S2)
UNIVERSITAS SANG BUMI RUWA JURAI LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2012


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil fieldtrip yang dilaksanakan di kopassus grup 2 Surakarta Solo.
Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat untuk mengikuti pendadaran dalam kegiatan fieldtrip yang dilaksanakan oleh Program Studi Magister Managemen Program Pascasarjana Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Lampung. Dalam penulisan laporan fieldtrip ini, penulis banyak memperoleh bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya kepada yang terhormat:
1.      Bapak Dr. Eddy Irawan Arief, M.Ec., selaku Direktur Program Pascasarjana Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Lampung.
2.      Bapak/Ibu Dosen Pendamping dalam kegiatan fieldtrip yang dilaksanakan oleh Program Studi Magister Managemen Program Pascasarjana  Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Lampung.
3.      Bapak Richar beserta jajarannya yang telah menerima dan memberikan informasi dan bahan yang berkaitan dengan kopassus Grup 2 Surakarta Solo sebagai bahan pernyusunan laporan.
4.      Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terimakasih atas bantuannya selama ini.
5.      Almamaterku tercinta Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Lampung.

Semoga segala bentuk kebaikan dan bantuanyang diberikan akan mendapatkan balasan dari Allah SWT dengan kebaikan yang lebih besar lagi, dan penulis berharap semogalaporan ini dapat bermanfaat.


Bandar Lampung, 06 Desember 2012


PENULIS





































BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah

Kegiatan fieldtrip merupakan bagian kegiatan pembelajaran mahasiswa dalam rangka pengembangan wawasan akademik dan keahlian hukum (legal skill development). Kegiatan proses pembelajaran yang dilaksanakan dalam bentuk fieldtrip ini dilakukan ke Kopassus Grup2 Surakarta Solo. Sedangkan untuk penyusunan laporan hasil fieldtrip kelompok dengan anggota 4 (empat) orang mahasiswa.
Kegiatan fieldtrip ini diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dibidang managemen dan administrasi pemerintahan, sehingga mahasiswa mampu mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dalam tata kelola pemerintahan dan managemen pembangunan daerah dalam rangka mendukung program pembangunan nasional.
Kegiatan fieldtrip ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan para mahasiswa dalam rangka membentuk semangat professional bidang managemen  di dunia kerja. Profesionalisme merupakan bagian dalam rangka meningkatkan kompetensi keterampilan dan keahlian managemen di dunia kerja, sehingga lulusan mahasiswa magister Managemen Program Pascasarjana Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai Lampung mampu berkompetensi dalam dunia kerja yang kreatif dan inovatif dalam rangka optimalisasi kompetensi lulusan yang sangat dibutuhkan masyarakat.
B.   Tujuan Fieldtrip
Tujuan kegiatan fieldtrip adalah:
1.      Untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa pada tata kelola managemen  kegiatan    
              dan kemampuan kopassus dalam menangani dan menghadapi semua masalah
              negara.

2.      Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tata kelola managemen Pusat            
Pendidikan Pasukan Khusus atau PUSDIKPASSUS  dan Proses system rekrutmen   prajurit  dalam Dunia Kerja.
                                               
       3.  Untuk meningkatkan wawasan teoritik mahasiswa, kemampuan mengidentifikasi,   
             melakukan analisis masalah-masalah tata kelola pemerintahan dan managemen    
            dalam praktik dan teori/asas yang berkembang pesat akhir-akhir ini.
BAB II
PELAKSANAAN FIELDTRIP
I.    METODE KEGIATAN

Metode kegiatan yang dilaksanakan dalam kegiatan fieldtrip adalah kunjungan lapangan ke Grup 2 Kopassus Surakarta Solo. Pada saat kunjungan lapangan telah dilakukan penyampaian materi oleh TIM dari Kopassus Grup2 Surakarta Solo. Dalam kegiatan penyambutan tersebut  seluruh mahasiswa fieldtrip dibariskan di halaman gedung aula lalu dipersilakan masuk ke dalam aula secara teratur  kemudian diadakan kegiatan penerimaan secara simbolis juga disampaikan presentasi makalah oleh Letnan kolonel Inf Richard TH Tampubolon, SH yang berkaitan dengan kondisi Grup2 Kopassus Surakarta Solo. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan Tanya jawab berkaitan dengan materi yang dipaparkan serta pencatatan data dan dokumentasi.

II.  HASIL FIELDTRIP
SEJARAH KOPASSUS
a. Kesko TT III/Siliwangi
Pada tanggal 16 April 1952, Kolonel A.E. Kawilarang mendirikan Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT). Ide pembentukan kesatuan komando ini berasal dari pengalamannya menumpas gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku. Saat itu A.E. Kawilarang bersama Letkol Slamet Riyadi (Brigjen Anumerta) merasa kesulitan menghadapi pasukan komando RMS. A.E. Kawilarang bercita-cita untuk mendirikan pasukan komando yang dapat bergerak tangkas dan cepat.
Komandan pertama saat itu adalah Idjon Djanbi. Idjon Djanbi adalah mantan kapten KNIL Belanda kelahiran Kanada, yang memiliki nama asli Kapten Rokus Bernardus Visser. Pada tanggal 9 Februari 1953, Kesko TT dialihkan dari Siliwangi dan langsung berada di bawah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).
b.KKAD
Pada tanggal 18 Maret 1953 Mabes ABRI mengambil alih dari komando Siliwangi dan kemudian mengubah namanya menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD).

c. RPKAD
Tanggal 25 Juli 1955 organisasi KKAD ditingkatkan menjadi Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD), yang tetap dipimpin oleh Mochamad Idjon Djanbi.
Tahun 1959 unsur-unsur tempur dipindahkan ke Cijantung, di timur Jakarta. Dan pada tahun 1959 itu pula Kepanjangan RPKAD diubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD). Saat itu organisasi militer itu telah dipimpin oleh Mayor Kaharuddin Nasution. Pada saat operasi penumpasan DI/TII, komandan pertama, Mayor Idjon Djanbi terluka, dan akhirnya digantikan oleh Mayor RE Djailani.
d. Puspassus AD
Pada tanggal 12 Desember 1966, RPKAD berubah pula menjadi Pusat Pasukan Khusus AD (Puspassus AD). Nama Puspassus AD ini hanya bertahan selama lima tahun. Sebenarnya hingga tahun 1963, RPKAD terdiri dari dua batalyon, yaitu batalyon 1 dan batalyon 2, kesemuanya bermarkas di Jakarta. Ketika, batalyon 1 dikerahkan ke Lumbis dan Long Bawan, saat konfrontasi dengan Malaysia, sedangkan batalyon 2 juga mengalami penderitaan juga di Kuching, Malaysia, maka komandan RPKAD saat itu, Letnan Kolonel Sarwo Edhie -karena kedekatannya dengan Panglima Angkatan Darat, Letnan Jenderal Ahmad Yani, mengusulkan 2 batalyon 'Banteng Raider' bentukan Ahmad Yani ketika memberantas DI/TII di Jawa Tengah di upgrade di Batujajar, Bandung menjadi Batalyon di RPKAD, masing-masing Batalyon 441"Banteng Raider III", Semarang ditahbiskan sebagai Batalyon 3 RPKAD di akhir tahung 1963. Menyusul kemudian Batalyon Lintas Udara 436 "Banteng Raider I", Magelang menjadi Batalyon 2 menggantikan batalyon 2 lama yang kekurangan tenaga di pertengahan 1965. Sedangkan Batalyon 454 "Banteng Raider II" tetap menjadi batalyon di bawah naungan Kodam Diponegoro. Batalyon ini kelak berpetualang di Jakarta dan terlibat tembak menembak dengan Batalyon 1 RPKAD di Hek.
e. Kopassandha
Tanggal 17 Februari 1971, resimen tersebut kemudian diberi nama Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha).
Dalam operasi di Timor Timur pasukan ini memainkan peran sejak awal. Mereka melakukan operasi khusus guna mendorong integrasi Timtim dengan Indonesia. Pada tanggal 7 Desember 1975, pasukan ini merupakan angkatan utama yang pertama ke Dili. Pasukan ini ditugaskan untuk mengamankan lapangan udara. Sementara Angkatan Laut dan Angkatan Udara mengamankan kota. Semenjak saat itu peran pasukan ini terus berlanjut dan membentuk sebagian dari kekuatan udara yang bergerak (mobile) untuk memburu tokoh Fretilin, Nicolau dos Reis Lobato pada Desember 1978. Prestasi yang melambungkan nama Kopassandha adalah saat melakukan operasi pembebasan sandera yaitu para awak dan penumpang pesawat DC-9 Woyla Garuda Indonesian Airways yang dibajak oleh lima orang yang mengaku berasal dari kelompok ekstremis Islam "Komando Jihad" yang dipimpin Imran bin Muhammad Zein, 28 Maret 1981. Pesawat yang tengah menerbangi rute Palembang-Medan itu sempat didaratkan di Penang, Malaysia dan akhirnya mendarat di Bandara Don Mueang, Bangkok. Di bawah pimpinan Letkol Sintong Panjaitan, pasukan Kopassandha mampu membebaskan seluruh sandera dan menembak mati semua pelaku pembajakan. Korban yang jatuh dari operasi ini adalah Capa (anumerta) Achmad Kirang yang meninggal tertembak pembajak serta pilot Kapten Herman Rante yang juga ditembak oleh pembajak. Imran bin Muhammad Zein ditangkap dalam peristiwa tersebut dan dijatuhi hukuman mati.
Pada tahun 1992 menangkap penerus Lobato, Xanana Gusmao, yang bersembunyi di Dili bersama pendukungnya.
f. Kopassus
Dengan adanya reorganisasi di tubuh ABRI, sejak tanggal 26 Desember 1986, nama Kopassandha berubah menjadi Komando Pasukan Khusus yang lebih terkenal dengan nama Kopassus hingga kini.
ABRI selanjutnya melakukan penataan kembali terhadap grup di kesatuan Kopassus. Sehingga wadah kesatuan dan pendidikan digabungkan menjadi Grup 1, Grup 2, Grup 3/Pusdik Pasuss, serta Detasemen 81.
Sejak tanggal 25 Juni 1996 Kopasuss melakukan reorganisasi dan pengembangan grup dari tiga Grup menjadi lima Grup.
  • Grup 1/Parakomando — berlokasi di Serang, Banten
  • Grup 2/Parakomando — berlokasi di Kartasura, Jawa Tengah
  • Grup 3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus — berlokasi di Batujajar, Jawa Barat
  • Grup 4/Sandhi Yudha — berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur
  • Grup 5/Anti Teror — berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur
Detasemen 81,
 unit anti teroris Kopassus, ditiadakan dan diintegrasikan ke grup-grup tadi. Sebutan bagi pemimpin Kopassus juga ditingkatkan dari Komandan Kopassus yang berpangkat Brigjen menjadi Komandan Jendral (Danjen) Kopassus yang berpangkat Mayjen bersamaan dengan reorganisasi ini.





III. Struktur Satuan Kopassus
Pasukan Kopassus

Perbedaan struktur dengan satuan infanteri lain
Struktur organisasi Kopassus berbeda dengan satuan infanteri pada umumnya. Meski dari segi korps, para anggota Kopassus pada umumnya berasal dari Korps Infanteri, namun sesuai dengan sifatnya yang khusus, maka Kopassus menciptakan strukturnya sendiri, yang berbeda dengan satuan infanteri lainnya.
Kopassus sengaja untuk tidak terikat pada ukuran umum satuan infanteri, hal ini tampak pada satuan mereka yang disebut Grup. Penggunaan istilah Grup bertujuan agar satuan yang dimiliki mereka terhindar dari standar ukuran satuan infanteri pada umumnya (misalnya Brigade). Dengan satuan ini, Kopassus dapat fleksibel dalam menentukan jumlah personel, bisa lebih banyak dari ukuran brigade (sekitar 5000 personel), atau lebih sedikit.
Lima Grup Kopassus
Kopassus - Demo Bela Diri
Secara garis besar satuan dalam Kopassus dibagi dalam lima Grup, yaitu:
Kecuali Pusdikpassus, yang berfungsi sebagai pusat pendidikan, Grup-Grup lain memiliki fungsi operasional (tempur). Dengan demikian struktur Pusdikpassus berbeda dengan Grup-Grup lainnya. Masing-masing Grup (kecuali Pusdikpassus), dibagi lagi dalam batalyon, misalnya: Yon 11, 12 dan 13 (dari Grup 1), serta Grup 21, 22 dan 23 (dari Grup 2).
Jumlah personel
Karena Kopassus merupakan pasukan khusus, maka dalam melaksanakan operasi tempur, jumlah personel yang terlibat relatif sedikit, tidak sebanyak jumlah personel infanteri biasa, dengan kata lain tidak menggunakan ukuran konvensional mulai dari peleton hingga batalyon. Kopassus jarang sekali (mungkin tidak pernah) melakukan operasi dengan melibatkan kekuatan satu batalyon sekaligus.

Istilah di kesatuan
Karena berbeda dengan satuan pada umumnya, satuan di bawah batalyon bukan disebut kompi, tetapi detasemen, unit atau tim. Kopassus jarang melibatkan personel yang banyak dalam suatu operasi. Supaya tidak terikat dengan ukuran baku pada kompi atau peleton, maka Kopassus perlu memiliki sebutan tersendiri bagi satuannya, agar lebih fleksibel.
Pangkat komandan
  • Komandan Grup berpangkat Kolonel,
  • Komandan Batalyon berpangkat Letnan Kolonel,
  • Komandan Detasemen, Tim, Unit, atau Satuan Tugas Khusus, adalah perwira yang pangkatnya disesuaikan dengan beban tugasnya (mulai Letnan sampai Mayor).

IV. Daftar Komandan Kopassus
Saat ini, Kopassus di pimpin oleh seorang Komandan Jendral (Danjen) yang berpangkat Mayor Jendral. Saat ini jabatan Danjen diduduki oleh Mayjen TNI Agus Sutomo,S.IP.


V. Isu dan berita yang terkait dengan Kopassus
Nama besar dan citra yang disandang Kopassus sejak didirikannya menyebabkan banyaknya pihak yang menarik-narik Kopassus untuk masuk kedalam kegiatan bernuansa politis. Kopassus sejak dulu telah menjadi tempat persemaian perwira-perwira muda potensial, yang kelak mengisi pos-pos jabatan pimpinan TNI. Nama-nama seperti Benny Moerdani, Sintong Panjaitan, Yunus Yosfiah, Agum Gumelar, Hendropriyono, Prabowo Subianto, dan lain-lain, adalah perwira-perwira yang sudah dikenal publik, saat mereka masih berpangkat Kapten atau Mayor, berkat prestasi mereka di lapangan.
Kasus penculikan aktivis reformasi
Yang dituding bertanggung jawab terhadap kegiatan penculikan dan penghilangan nyawa beberapa aktivis pro demokrasi. Nama Kopassus kembali tercoreng setelah Peristiwa Mei 1998, Pada tahun 1998, nama Kopassus sempat tercoreng berkaitan dengan aktivitas Tim Mawar ketika banyak hasil penelitian tim pencari fakta independen menemukan adanya organisasi terstruktur rapi dalam militer yang dengan sengaja dan maksud tertentu menyulut kerusuhan massa di Jakarta dan Surakarta (kedua kota tersebut secara kebetulan adalah daerah basis/markas Kopassus, yaitu Cijantung-Jakarta dan Kandang Menjangan-Surakarta). Pada 2007 masalah Tim Mawar ini kembali mencuat ke permukaan melihat kenyataan bahwa 11 tentara yang terlibat (6 di antaranya dipecat pada 1999), ternyata tidak jadi dipecat tetapi tetap meniti karier, naik pangkat dan beberapa diketahui memegang posisi-posisi penting seperti Dandim dengan pangkat kolonel. Panglima TNI menyatakan hanya 1 dari 6 perwira tersebut yang benar-benar dipecat.








BAB III
 SEJARAH TERBENTUKNYA GRUP1, GRUP2 DAN GRUP3
A.   Grup 1/Para Komando
Grup 1/Para Komando adalah satuan setingkat Brigade, yang merupakan bagian dari Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat dan didirikan pada tanggal 23 Maret 1963. Grup ini bermarkas di Serang, Banten, dengan Komandan Grup pertama kali adalah Mayor L.B. Moerdani. Dhuaja yang digunakan adalah Eka Wastu Baladhika, yang diciptakan oleh Kopral Satu Suyanto. Komandan saat ini adalah Kolonel Inf. Teddy Lhaksmana, dengan jumlah personil sebanyak 1.274 orang
 

Sejarah Garis waktu

• 23 Maret 1963, Batalyon 1 Para Komando diresmikan
• 1964, Mayor Inf. L.B. Moerdani digantikan oleh Mayor Inf. C.I. Santosa
• 1967, penyebutan batalyon diganti menjadi grup yang setingkat brigade.
• 1967, Dhuaja Grup 1 Eka Wastu Baladika diciptakan oleh Koptu Suyanto
• 1969, Kopassandha mulai melakukan latihan gabungan dengan angkatan lain
• 1974, Suksesi dari angkatan 45 ke generasi akademi, ada isu Kopassandha bakal dihapus
• 1978-1983, Komandan Grup terlama dipegang oleh Letkol Inf. Wismoyo 
     Arismunandar
•1981, Grup 1 dipindahkan dari Cijantung ke Serang
•1983, Denpur 11 menyusul ke Serang
• 1986, Regrouping dari 1.736 orang menjadi 981 orang. Regrouping melahirkan dua
batalyon.
• 1 Juli 1996, Batalyon ketiga terbentuk
• 14 Februari 2004, Kolonel Inf. Teddy Lhaksmana menjadi komandan Grup ke-17  atau ke-19 jika dihitung dari era batalyon.

Awal berdiri
Sejarahnya diawali pembentukan Batalyon 1 RPKAD pada tanggal 23 Maret 1963 dengan komandan Mayor L.B. Moerdani. Pada tahun 1967 istilah batalyon diganti dengan grup yang berkekuatan setingkat brigade dan mulai mengunakan dhuaja .

Pada tahun 1996 diregrouping dari 3 detasemen menjadi 2 batalyon dan pada tahun itu juga dibentuk Batalyon 13 untuk melengkapi agar grup terdiri dari 3 batalyon.

Anggota pasukan yang gugur
Jumlah anggota Grup 1 yang gugur sebanyak 120 orang dari sembilan medan tugas, dengan rincian sebagai berikut:
1. Operasi Timor Timur : 66 orang
2. Operasi Dwikora di Kalimantan : 21 orang
3. Operasi Tumpas di Sulawesi Selatan : 4 orang
4. G30S/PKI : 5 orang
5. Operasi PGRS/Paraku : 2 orang
6. Operasi Wibawa di Irian : 5 orang
7. Operasi Aceh (1991-2004) : 15 orang
8. Operasi Tergabung Garuda 12 di Kamboja : 1 orang
9. Operasi Maluku dan Maluku Utara : 1 orang

Organisasi pasukan
Kekuatan Grup 1/Para Komando terdiri dari 1.274 personel dalam tiga batalyon tempur yaitu:
1. Batalyon 11/Astu Seno Baladhika
2. Batalyon 12/Asabha Seno Baladhika
3. Batalyon 13/Thikkaviro Seno Baladhika
Setiap batalyon terdiri dari 3 kompi. Setiap kompi dipecah lagi menjadi 3 peleton, yang masing-masing peleton beranggotan 39 orang. Dan setiap peleton terdiri dari 3 unit kecil yang disebut regu berkekuatan 10 orang.
Regu

Setiap regu hanya berkekuatan 10 orang, yang dipimpin oleh seorang bintara, dimana masing-masing orang memiliki keahlian masing-masing.
Komposisi regu terdiri dari :
1.      Komandan Regu (Danru),
2.      Wakil Komandan Regu (Wadanru)
3.      Penembak senapan 1
4.      Penembak senapan 2
5.      Bintara Zeni Demolisi
6.      Tamtama Perhubungan
7.      Tamtama Kesehatan
8.      Penembak Senapan Mesin Ringan Ultimax 100
9.      Penembak senapan 3/Pembantu penembak Senapan Mesin Ringan, dan
Penembak senapan 4.

omandan Grup 1
Diantara mereka yang pernah menjabat Komandan Grup 1/Para Komando adalah:
1.      1. Mayor Inf. L.B. Moerdani, 1963-1964
2.      Mayor Inf. C.I. Santosa, 1964-1967
3.      Letkol Inf. S. Soekoso
4.      Kolonel Inf. H.H. Djajadiningrat
5.      Letkol Inf. Samsudin (Atekad 1960)
6.      Letkol Inf. Soegito, 1975-1978
7.      Letkol Inf. Wismoyo Arismunandar, 1978-1983
8.      Kolonel Inf. Teddy Lhaksmana, 2004-sekarang


Persenjataan
Saat ini Grup 1/Para Komando memiliki persenjataan yang ringan dibawa tetapi efektif, jenis yang digunakan adalah:
1.      Senapan Serbu 1 buatan Pindad
2.      Pelontar Granat SPG-1 kaliber 40 mm
3.      Pistol SiG Sauer P226 untuk komandan kompi ke atas, dan Pistol P1 buatan Pindad untuk di bawahnya
4.      Night Vission Goggles (NVG)
5.      Shotgun MOD M3 Super 90
6.      Sniper Accuracy International 7,62 mm
7.      Sniper Galil 7,62 mm
8.      Senapan Mesin Ultimax 100.

B. Grup 2/Para Komando
Grup 2 Kopassus/Para Komando adalah satuan setingkat Brigade, yang merupakan bagian dari Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat dan didirikan pada tahun 1962. Grup ini bermarkas di Kartasura, Sukoharjo, dengan Komandan Grup pertama kali adalah Mayor Inf Sugiarto .
Dhuaja yang digunakan adalah Dwi Dharma Bhirawa Yudha, dengan lambang Naga Terbang yang bermakna Satuan kedua dari Komando Pasukan Khusus yang selalu siap sedia berjuang membela negara dan bangsa dengan gagah berani dan selalu jaya dalam setiap pertempuran.
Komandan saat ini adalah Kolonel Inf. Asep Subarkah Yusuf lulusan Akademi Militer tahun 1984, dengan jumlah personil sebanyak 1.459 orang. Kasi Ops Kapten Inf Suwondo.
Grup 2 terdiri dari :
·         Batalyon 21 dan Batalyon 22 yang bermarkas di Kartasura, Jawa Tengah,
·         Batalyon 23 bermarkas di Parung, Bogor.
Pusat Pendidikan Pasukan Khusus
Pusat Pendidikan Pasukan Khusus atau disingkat Pusdikpassus adalah sekolah awal untuk melatih pasukan para komando, khususnya yang akan bergabung ke Kopassus. Pusdik ini bermarkas di Batujajar, Jawa Barat
Sebagai lembaga pendidikan, Pusdikpassus dibagi berdasarkan fungsi pelatihannya.
Secara garis besar, ada tiga kejuruan utama, yaitu:
1.Para,
2.Komando dan
SandiYudha.
Lembaga pendidikan ini menyediakan kursus-kursus spesialis lain, yang juga terbuka bagi anggota Angkatan Darat di luar Kopassus seperti: Kompi Pemburu, Scuba, Daki Serbu, Demolisi, Pandu Udara (Path Finder), dan Penembak Runduk (Sniper).

C. Grup 3/Sandhi Yudha
Grup 3/Sandhi Yudha adalah satuan Kopassus yang bertugas sebagai intelijen di medan pertempuran yang dibentuk pada tanggal 24 Juli 1967. Grup 3/Sandhi Yudha ini bermarkas di Markas Komando Cijantung, Jakarta Timur. Calon Personil di Grup ini diseleksi sangat ketat di internal mulai dari calon prajurit yang masih pendidikan hingga personil yang sudah bertugas aktif di kesatuan tetapi punya bakat intelijen yang kemudian akan dilatih lagi.
Pelatihan yang dilakukan
Dasar latihannya sama dengan Prajurit Kopassus lainnya yaitu Kursus Para (2,5 bulan), Sekolah Komando (6 bulan) ditambah kursus lainnya seperti PH (Perang Hutan), PJD (Perang Jarak Dekat), Spursus (Sekolah tempur khusus), Dakibu (Pendaki Serbu) tetapi setelah itu para calon intel tempur ini dididik lebih khusus lagi yaitu pendidikan Sandhi Yudha di Pusdik Passus, Batujajar, Bandung yang materi pendidikannya adalah intelijen dan pengetahuan pendukung untuk intelijensia di medan operasi seperti penyamaran, navigasi, bela diri khusus, penggunaan alat-alat khusus intelijen dan lain-lain. Bahkan beberapa personil terpilih dari Grup ini dikirim lagi untuk sekolah ke Pusat Pendidikan Intelijen Militer di luar negeri seperti Amerika Serikat, Jerman, Inggris bahkan Israel. Diantara seluruh jenis prajurit di Kopassus yang paling spesifik pendidikannya adalah prajurit di Grup 3/Sandhi Yudha
Operasi lapangan
Biasanya dalam prosedur tetap operasi di lapangan sebelum Grup Parakomando atau Grup Anti teror digelar ke medan operasi, personil dari Grup Sandhi Yudha ditugaskan terlebih dahulu sebagai intel tempur untuk mengumpulkan informasi intelijen dari lapangan. Selain digunakan secara internal oleh Kopassus. Prajurit-prajurit sandhi yudha ini juga sering di BKO-kan ke Kodam-kodam atau satuan-satuan lain. Pada masa DOM di Aceh, prajurit dari grup ini banyak yang di BKO-kan di bawah Komando Penguasa Darurat Sipil dan Militer di sana, dimana mereka dibuat dalam satuan SGI (Satuan Grup Intelijen). Dalam situasi tertentu mereka ada juga yang ditugaskan sebagai freelance tanpa satuan resmi,dalam hal ini mereka akan dilengkapi dengan identitas sipil seperti KTP dan kadang-kadang punya kartu kuning pencari kerja dari Dinas Tenaga Kerja. Para freelance inilah yang punya potensi besar menjadi disertir

Termasuk juga dalam menghadapi OPM di Papua (seperti kasus terbunuhnya Theys Hiyo Eluay), kasus penculikan aktifis di awal reformasi juga dilakoni oleh prajurit sandhi yudha yang tergabung dalam Tim Mawar. Bahkan di BIN (Badan Intelijen Negara), banyak personil operasinya alumnus dari Sandhi Yudha dan dalam tugas-tugas intelijennya masih sering memakai personil aktif dari Grup 3/Sandhi Yudha. Tetapi ada beberapa dari mereka yang bernasib sangat ironis yaitu hilang tanpa jejak di medan tugasnya atau bahkan sengaja menghilangkan diri dan dan diisukan bergabung dengan organisasi-organisasi paramiliter di pelosok-pelosok negeri ini. Masalah kurangnya kesejahteraan menjadi alasan utama para disertir ini untuk meninggalkan tugasnya,sementara organisasi-organisasi para-militer yang bermisi separatisme maupun yang berorientasi bisnis menawarkan keuntungan dari segi ekonomi buat mereka. Mereka juga sering menjadi pelaku black market di medan operasi untuk membantu kelompok yang seharusnya menjadi target operasinya.

Informasi yang diperoleh
Tetapi terlepas dari semua kasus dan isu-isu miring yang menerpa Kopassus sebagai rumahnya para Prajurit Sandhi Yudha, mereka memiliki kontribusi yang sangat signifikan khususnya dalam hal intelijen di Negeri ini. Banyak informasi dari para alumnus Sandhi Yudha maupun yang masih aktif di Grup 3 terhadap negara yang menyangkut gangguan separatisme, teroris di dalam negeri maupun peran serta bangsa lain dalam mengganggu keutuhan NKRI. Mereka bermain di belakang layar tanpa kelihatan dengan menghadapi resiko tugas yang sangat berat dan jauh dari keluarganya bahkan tidak sedikit dari pada prajurit Sandhi Yudha ini yang tidak dikenal anak kandungnya sendiri begitu pulang bertugas karena lamanya di dalam medan operasi.
Satuan yang ada di bawah Grup 3
1. Batalyon 31/Eka Sandhi Yudha Utama
2. Batalyon 32/Apta Sandhi Prayudha Utama
3. Batalyon 33/Wira Sandhi Yudha Sakti

Satuan 81/Penanggulangan Teror
Sat-81 Gultor

Kekuatan - (tidak diketahui

Persenjataan Minimi 5,56mm, MP5 9mm, Uzi 9mm, Beretta 9mm, SIG-Sauer 9mm, dan beberapa jenis lagi seperti sniper, tidak terdeteksi.
Spesialis Antibajak pesawat, perang kota, intelijen & kontra-intelijen
Dibentuk 30 Juni 1982
Satuan 81/Penanggulangan Teror atau disingkat Sat-81/Gultor adalah satuan di Kopassus yang setingkat dengan Grup, bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur.

Sejarah berdirinya
Mengantisipasi maraknya tindakan pembajakan pesawat terbang era tahun 1970/80-an, Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) ABRI menetapkan lahirnya sebuah kesatuan baru setingkat detasemen di lingkungan Kopassandha. Pada 30 Juni 1982, muncullah Detasemen 81 (Den-81) Kopassandha dengan komandan pertama Mayor Inf. Luhut B. Panjaitan dengan wakil Kapten Inf. Prabowo Subianto. Kedua perwira tersebut dikirim untuk mengambil spesialisasi penanggulangan teror ke GSG-9 (Grenzschutzgruppe-9) Jerman dan sekembalinya ke Tanah Air dipercaya untuk menyeleksi dan melatih para prajurit Kopassandha yang ditunjuk ke Den-81.
Organisasi pasukan
Keinginan mendirikan Den-81 sebenarnya tidak terlepas dari peristiwa pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla di Bandara Don Muang, Bangkok, 31 Maret 1981. Nah, pasukan yang berhasil membebaskan Woyla inilah yang menjadi cikal bakal anggota Den-81, dan belakangan diganti lagi jadi Satuan 81 Penanggulangan Teror (Sat-81 Gultor). Dari periode 1995¬ - 2001, Den-81 sempat dimekarkan jadi Group 5 Antiteror Satuan yang ada di bawah kendali Sat-81 adalah Batalyon 811 dan Batalyon 812
Sistem rekrutmen
Secara organisatoris, Gultor langsung di bawah komando dan pengendalian Komandan Jendral Kopassus. Gultor saat ini dipimpin perwira menengah berpangkat kolonel. Proses rekrutmen prajurit Gultor dimulai sejak seorang prajurit selesai mengikuti pendidikan para dan komando di Batujajar. Dari sini, mereka akan ditempatkan di satuan tempur Grup 1 dan Grup 2, baik untuk orientasi atau mendapatkan pengalaman operasi.
Operasi Sat-81/Gultor
Sekembalinya ke markas, prajurit tadi akan ditingkatkan kemampuannya untuk melihat kemungkinan promosi penugasan ke Satuan Sandi Yudha atau Satuan

Antiteror.
Untuk antiteror, pendidikan dilakukan di Satuan Latihan Sekolah Pertempuran Khusus Batujajar. Operasi terakhir terbilang sukses Den-81 yaitu saat pembebasan 26 sandera yang ditawan GPK Kelly Kwalik di Irian Jaya pada 15 Mei 1996. Namun Operasi Woyla masih menjadi satu-satunya operasi antiteror dalam skala besar yang dijalankan TNI hingga saat ini. Tidak jelas berapa jumlah prajurit Sat-81 Gultor saat ini.































BAB IV

BEBERAPA KEGIATAN GRUP 2 KOPASSUS SURAKARTA SOLO
TAHUN 2012


1.  Kopassus Bersih-bersih Pasar Kartasura
Jumat, 3 Februari 2012 | 13:26 WIB

Anggota Grup II Kopassus Bersiap Mengikuti Aksi Nasional Indonesia Bersih Karya Bakti TNI, Dengan Membersihkan Pasar Kartasura

Sukoharjo – Anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, beserta Muspida dan masyarakat menggelar kegiatan bakti sosial, membersihkan Pasar Kartasura, Jumat (3/2). Kegiatan bakti sosial ini merupakan implementasi program dari pusat, berupa Aksi Nasional Indonesia Bersih yang dicanangkan oleh TNI.
Wakil Komandan Grup 2 Kopassus, Letkol (Inf) Richard Tampubolon mengatakan, kegiatan bakti sosial Indonesia Bersih yang diselenggarakan di Pasar Kartasura merupakan bentuk Karya Bakti TNI, sekaligus pembinaan teritorial. Dalam kegiatan tersebut, Kopassus mengandeng unsur Muspida, Kodim, Polres, Satpol PP, SAR, pelajar, mahasiswa dan masyarakat.
“Kita ingin berikan partisipasi nyata berupa karya bakti sosial. Banyak masyarakat menengah ke bawah yang menggantungkan hidupnya di pasar. Sedangkan image pasar tradisional kumuh dan becek. Sehingga kami ingin mentriger, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pedagang, melalui pasar yang bersih, nyaman bagi pedagang maupun pembeli,” ujar Letkol (Inf) Richard Tampubolon.
Sementara itu Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, yang juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan bersih pasar tersebut, mengaku bangga dengan TNI. Menurutnya, kegiatan karya bakti dengan membersihkan pasar adalah bentuk nyata manunggalnya TNI dengan rakyat.
“Saya menyambut positif kegiatan Indonesia Bersih Karya Bakti TNI. Saya sebagai bupati bangga TNI punya nilai luar biasa saat terjun bersama rakyat. Saya berharap kegiatan ini bisa merambah ke daerah lain, bukan hanya di Pasar Kartasura,” ujar Wardoyo.

2.       Jalin Keakraban Prajurit
Minggu, 8 Juli 2012 | 00:02 WIB
Dan Grup 2 Kopassus, Letkol Infanteri Suhardi

Sukoharjo — Lulusan Akedemi Militer tahun 1990 itu kini menjabat Dan Grup 2 Korps Pasukan Khusus Kandang Menjangan. Letkol Inf Suhardi lahir di Jepara 44 tahun lalu. Komandan yang satu ini nampak semakin gagah dengan ciri khas Baret Merah, Pisau Komando dan loreng darah mengalir. Mantan Wair Kopassus ini setia dengan motto “Lebih Baik Pulang Nama Dari Pada gagal Dalam Tugas” yang artinya selalu memberikan pengabdian yang terbaik untuk Nusa dan Bangsa.
Selama 13 tahun Satuan-81 Kopassus dengan ciri khas operasi penghancuran dan operasi penjinakan bahan peledak tidak lantas membuatnya congkak melainkan selama menjabat Dan Grup-2 Kopassus menginginkan ada saat  berperan sebagai kawan guru pimpinan terhadap prajurit.
“Kadang saya menghilangkan level kepangkatan antara perwira dan prajurit, sebagai upaya untuk menjalin keakraban,” papar penghobby bulu tangkis ini, beberapa waktu lalu.
Pendidikan yang keras di Kopassus membuat pria kelahiran Kota Ukir ini mampu beroperasi dengan tidak tergantung pada waktu, tempat, cuaca atau kondisi medan yang bagaimanapun sulitnya sehingga membuatnya cepat beradaptasi dengan Solo tempat tugas barunya.

3.       300 Petembak Beradu di Kandang Menjangan
Sabtu, 7 April 2012 | 16:06 WIB
Seorang peserta kejuaraan menembak sedang beraksi
Sukoharjo — Grup II Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura, Sukoharjo menggelar kejuaraan menembak “Kandang Menjangan Open Championship Danjen Kopassus Cup 2012″, Sabtu (7/4). Kejuaraan ini diadakan di lapangan tembak Grup II Kopassus Kandang Menjangan.
“Kopassus telah mengadaan kejuaraan menembak sebanyak 12 kali,” papar Letnan Kolonel Ricard Tampubolon selaku Wadan Grup II Kopassus.
Kejuaraan menembak ini diadakan dalam rangka memeriahkan HUT Kopasuss ke-60, dengan tujuan sebagai ajang silaturahmi TNI, Polri dan PERBAKIN. “Sekaligus sebagai upaya meninggkatkan prestasi petembak PERBAKIN serta mencari bibit bibit petembak,” tambah Wadan Grup II Kopassus ini.
Di sela-sela perlombaan, Letnan Kolonel Ricard Tampubolon juga memaparkan bahwa kejuaraan ini diikuti sekitar 300 peserta dari seluruh Indonesia. Ada juga peserta dari luar negeri, yaitu Jepang dan Filipina.
Ketika dikonfirmasi tentang hasil kejuaraan menembak tersebut, Letkol Ricard Tampubolon mengatakan bahwa untuk sementara hasil dari lomba belum dapat dikonfirmasi, karena lomba masih berlangsung.
Saturday, 09 June 2012 06:32
Kopassus yang baru, serta pelepasan Danyon lama, jajaran Batalyon 23 Grup 2 Kopassus menggelar acara bertajuk 'Malam Lepas Sambut Danyon-23 Grup-2 Kopassus', dari Letkol. Inf. Sumirating Baskoro kepada Mayor. Inf. Wulang Nur Yudhanto di Lapangan Hitam, Yon-23 Grup-2 Kopassus, Jl. Raya Parung, Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, pada Jumat (14/6/12) malam.

Sebelumnya, pergantian Danyon-23 Grup-2 secara resmi telah dilakukan pada 2 Juni 2012 lalu, di Grup 2 Kopassus Kartasura Solo, melalui kegiatan serah terima jabatan (sertijab).
Dalam acara lepas sambut yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut, dihadiri oleh Wakil Bupati Bogor, Karyawan Faturachman, Kapolres Bogor, AKBP. Harry Santoso dan Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Letkol. Inf. Novi Rubadi.
Dalam sambutannya, Letkol Inf. Sumirating Baskoro berharap di bawah kepemimpinan Mayor. Inf. Wulang Nur Yudhanto, prajurit-prajurit di Yon-23 Grup-2 Kopassus Bogor menjadi prajurit yang berjiwa militan, kemudian tetap fokus pada tugas pokok.
"Selain itu saya ucapkan selamat kepada kepada Mayor. Inf. Wulang Nur Yudhanto semoga kedepannya selalu sukses," ujar Letkol. Inf. S. Baskoro yang sekarang menjabat sebagai Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Kopassus di Mako Kopassus Cijantung.
Sementara itu Danyon-23 Grup-2 Kopassus yang baru, Mayor Inf. Wulang Nur Yudhanto mengatakan, dirinya akan melanjutkan semua program dan kebijakan yang sudah dirintis oleh Letkol. Inf. S. Baskoro.
"Saya berharap di bawah kepemimpinan nanti saya dapat bekerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat," tutur Mayor. Inf. Wulang Nur Yudhanto yang sebelumnya menjabat sebagai Pabandia Binpers Kopassus Mako Kopassus Cijantung.
Selain itu, pada acara tersebut juga dilaksanakan pemberian cinderamata dari tamu undangan kepada Letkol. Inf. S. Baskoro turut melengkapi acara lepas sambut. Pemberian cinderamata secara simbolis diberikan oleh para tamu undangan, seperti Wakil Bupati, Kapolres Bogor, PLN dan Tabloid Bogor+. Acara ditutup dengan ramah tamah seluruh tamu undangan yang hadir.

5. Save Bengawan Solo

Kamis, March 15, 2012 10:04:38
Wakil komandan grup-2 Kopassus, Letnan kolonel Inf Richard T H Tampubolon, SH berperan sebagai irup dalam upacara pembukaan kegiatan Save Bengawan Solo yang     
dilaksanakan dengan tiga etape yang melewati tiga daerah, diantaranya Sukoharjo, Solo dan Karanganyar. Kamis  (15/3)







1. Bupati Sukoharjo,H. Wardoyo Wijaya, S.H.,M.H. beserta wadan grup-2 Kopassus, Letnan kolonel Inf Richard TH Tampubolon, SH dan rombongan muspida Kabupaten Sukoharjo menjelajahi bantaran sungai Bengawan Solo etape I  yang melewati enam kecamatan. Keenam kecamatan tersebut terdiri atas Kecamatan Nguter, Tawangsari, Sukoharjo, Grogol, Mojolaban dan Baki, Kamis(15/3)



2. Walikota Surakarta, Joko Widodo serta Wadangrup-2 Kopassus, Letkol Inf Richard TH Tampubolon, SH beserta tim jelajah sungai Bengawan solo etape II, melaksanakan penyisiran bantaran sungai Bengawan Solo. Dengan kegiatan ini diharapkan semua elemen kota Surakarta mengetahui keadaan terkini dari sungai Bengawan Solo yang sebenarnya, Jumat (16/3)

3. Penanaman pohon di bantaran sungai bengawan solo
Salah satu rangkaian kegiatan Save Bengawan Solo adalah penanaman pohon di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo. Kegiatan ini merupakan tindakan kewaspadaan  dini terjadinya banjir atau longsor yang berasal dari sungai Bengawan Solo, Jumat (16/3)


4. Bupati Karanganyar, Rina Irianti serta Wadangrup-2 Kopassus, Letkol Inf Richard TH Tampubolon, SH beserta tim jelajah sungai Bengawan solo etape III, melaksanakan penyisiran bantaran sungai Bengawan Solo. Dari penyisisran ini ditemuakan berbagai limbah yang mencemari sungai Bengawan Solo. Bupati Karanganyar menghimbau agar semua lapisan masyarakat Karanganyar bersama-sama melestarikan sungai terpanjang di Jawa Tengah ini, Sabtu (17/3)


5. Disamping penjelajahan bantaran sungai Bengawan Solo, pemerintah daerah kabupaten      Sukoharjo, kota Surakarta dan kabupaten Karanganyar beserta tim dari Grup-2 Kopassus melaksanakan Bhakti Sosial berupa pelayanan kesehatan gratis, pembagian alat tulis, pembagian sembako kepada masyarakat setempat. Sabtu (17/3).
6. Berbagai Penugasan Pernah Dilakukan,Kopassus kini menginjak Usianya ke 60 tahun
10 Apr 2012 14:33 WIB
Pada 16 April 2012 Kopassus menginjak Usianya ke 60, berbagai kegiatan dilaksanakan mulai dari Bhakti Sosial,Olahraga Dll, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, HUT kali ini tidak dilakukan secara meriah tetapi dilakukan secara sederhana dengan lebih mendekatkan kepada Rakyat. seperti diketahui, Kopassus adalah bagian dari TNI Angkatan Darat yang memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror.
Dalam perjalanan sejarahnya, Kopassus berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai pasukan khusus yang mampu menangani tugas-tugas yang berat. Beberapa operasi yang dilakukan oleh Kopassus diantaranya adalah operasi penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, serta berbagai operasi militer lainnya. Dikarenakan misi dan tugas operasi yang bersifat rahasia, mayoritas dari kegiatan tugas daripada satuan KOPASSUS tidak akan pernah diketahui secara menyeluruh. Contoh operasi KOPASSUS yang pernah dilakukan dan tidak diketahui publik seperti: Penyusupan ke pengungsi Vietnam di pulau Galang untuk membantu pengumpulan informasi untuk di kordinasikan dengan pihak Amerika Serikat (CIA), penyusupan perbatasan Malaysia dan Australia dan operasi patroli jarak jauh (long range recce) di perbatasan Papua nugini.
Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto Berani, Benar, Berhasil.
Discovery Channel Military edisi Tahun 2008 pernah membahas tentang pasukan khusus terbaik di dunia (TOP ELITE SPECIAL FORCES IN THE WORLD). Seluruh pasukan khusus didunia dinilai kinerjanya dengan parameter menurut pendapat dari berbagai pengamat bidang militer dan ahli sejarah. Posisi pertama di tempati SAS (Inggris), peringkat kedua MOSSAD (ISRAEL) lalu peringkat ketiga adalah KOPASUS (Indonesia). Narator dari Discovery Channel Military menjelaskan mengapa pasukan khusus dari amerika tidak masuk peringkat terhormat. Itu karena mereka terlalu bergantung pada peralatan yang mengusung teknologi super canggih, akurat dan serba digital. Pasukan khusus yang hebat adalah pasukan yang mampu mencapai kualitas sempurna dalam hal kemampuan individu. Termasuk didalamnya kemampuan bela diri, bertahan hidup, kamuflase, strategi, daya tahan, gerilya, membuat perangkap, dan lain2nya. Kemampuan yang tidak terlalu mengandalkan teknologi canggih dan Skill di atas rata-rata pasukan luar Elit luar negeri lainnya menjadi nilai plus dari KOPASSUS.Itu pula yang menimbulkan anggapan 1 prajurit KOPASSUS setara dengan 5 prajurit reguler.
Mungkin karena itu pula kenapa sekitar Tahun 90-an Amerika Serikat keberatan dan Australia ketakutan ketika Indonesia akan memperbesar jumlah anggota Kopassus.
7. Dan Grup-2 Kopassus Dipegang Perwira Akmil 90


Ilustrasi: Anggota Kopassus TNI Angkatan Darat melakukan gladi bersih peringatan HUT ke-56 Kopassus di lapangan Markas Komando Kopassus, Cijatung, Jakarta Timur, Selasa (15/4/2010).
TERKAIT:
JAKARTA, Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Grup 2 Korp Pasukan Khusus TNI AD dan acara Tradisi Satuan Penerimaan serta Pelepasan Perwira Kopassus di Gedung Flamboyan Makopassus Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (7/4/2012).
Dalam siaran pers yang di kirim Penerangan Kopassus, Minggu pagi, disebutkan perwira yang melaksanakan tour of area dan tour of duty adalah:
1.    Dangrup-2 Kopassus dari Kolonel Inf Teguh Arief Indratmoko kepada Letkol Inf
Suhardi (Akmil 90) yang sebelumnya menjabat Wair Kopassus. Arif selanjutnya
    menduduki jabatan baru, Danrindam I/BB,
2.    Inspektorat Kopassus Kolonel Inf Handy Geniardi selanjutnya menduduki jabatan baru
sebagai Pamen Ahli Kopassus Golongan IV Bidang Taktik Parako.
3.    Asisten Operasi Danjen Kopassus Kolonel Inf Madsuni selanjutnya menduduki jabatan  baru sebagai Inspektorat Kopassus.
4.    Asisten Operasi Danjen Kopassus selanjutnya dijabat Letkol Inf Yusran Yusuf (Akmil 91) yang sebelumnya menjabat Pabandya-2/Latsat Spaban II/Binlat Sopsad.
5.    Pamen Ahli Kopassus Golongan IV Bidang Nubika Kolonel Inf Hipdizah selanjutnya menduduki jabatan baru sebagai Dirbindiklat Pusennif Kodiklat TNI-AD
6.    Pamen Ahli Kopassus Golongan IV Bidang Taktik Parako Kolonel Inf Untung Budiharto selanjutnya menduduki jabatan baru sebagai Danrindam IV/Dip
7.    Pamen Ahli Kopassus Golongan IV Bidang Sandha Kolonel Inf Benny Sulistiono selanjutnya menduduki jabatan baru sebagai Danrindam IX/Udy.

Danjen Kopassus dalam sambutannya mengatakan pergantian pejabat di lingkungan Kopassus harus selalu dilakukan, sebagai upaya yang bertujuan meningkatkan kualitas kinerja organisasi, sekaligus sebagai penyegaran tugas personel yang berkesinambungan dilandasi dengan disiplin, kejujuran dan rasa tanggung jawab.
Danjen mengharapkan di dana setiap prajurit Kopassus harus selalu terpatri hobi belajar dan berlatih, sehingga nantinya menjadi prajurit Kopassus yang tanggap, tangguh dan trengginas, atau best of the best.















BAB V

PROFIL SATUAN
Komando pasukan khusus atau lebih dikenal dengan sebutan Kopassus dengan ciri khas Baret Merah, Pisau Komando dan loreng darah mengalir. Kopassus memiliki  prajurit yang memilki kemampuan dan keterampilan khusus di bidang metal, fisik, taktik dan tehnik untuk melaksanakan operasi khusus terhadap sasaran yang bersifat strategis terpilih.
Kesatuan ini telah mampu berprestasi memberantas pemberontak DI/TII, PRRI, Permesta, Pembebasan Irian Barat, menumpas pemberontakan komunis, membebasakan sandera di pesawat Woyla Don Muang Bangkok, pembebasan sandera peneliti Tim Loren di Mapenduma Iraian Jaya, menumpas gerakan pengacau keamanan di bumi Nusantara dan ikut serta partisifasi dalam pembebasan sandera di KM.Sinar Kudus serta penugasan-penugasan misi perdamaian di luar negeri merupakan bukti konsistensi pengabdian "Korps Baret Merah" sesuai Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Janji Prajurit Komando.
Kopassus  merupakan satuan yang bercirikan daya gerak, daya tempur dan daya tembak yang tinggi. Mampu beroperasi dengan tidak tergantung pada waktu, tempat, cuaca atau kondisi medan yang bagaimanapun sulitnya di 3 matra (darat,laut maupun udara). Sebagai satuan khusus, Kopassus memiliki spesialisasi-spesialisasi kemampuan sesuai dengan bidang tugasnya.
Markas Komando di Cijantung Jakarta Timur merupakan pusat pengambilan keputusan yang secara cepat dapat diterusan  ke Grup-Grup operasional, Grup-1 Kopassus di Serang, Banten dan Grup-2 Kopassus di Kartasura, Jawa Tengah merupakan Satuan Para Komando yang mempunyai kemampuan masuk dan meninggalkan daerah lawan dengan kecepatan dan pendadakan yang tinggi, menggunakan berbagai sarana dan dalam kondisi medan bagaimanapun sulitnya untuk melumpuhkan serta menghancurkan sasaran yang ditargetkan dengan taktik dan tehnik bertempur yang dimilki seperti operasi Komando, Raid, Gerilya lawan Greilya serta dapat mengambil bagian dalam operasi Lintas Udara, Mobilitas Udara dan operasi Amphibi.
Grup-3 Kopassus yang berkedudukan di Cijantung adalah pasukan Sandi Yudha yang  mampu melakukan infiltrasi dan eksfiltrasi ke daerah lawan dengan cara yang sangat tertutup untuk melaksanakan tugas pokonya. Sebagai satuan yang berintelektual tinggi dan bermental baja Sandi Yudha hidup dari sumber setempat dengan memanfaatkan potensi wilayah serta mampu melaksanakan pertempuran dengan kelompok kecil hingga perorangan. Satuan-81 Kopassus di Cijantung adalah satuan penanggulangna teror yang mampu melaksanakan operasi anti teror dari berbagai objek sperti gedung, Bus, Kapal, Kereta Api, hingga Pesawat Udara baik di daerah sendiri maupun di daerah lawan. Operasi penghancuran dan operasi penjinakan bahan peledak merupakan salah satu ciri khas Satuan-81 Kopassus yang terus menerus menmpa diri dengan latihan-latihan.
Kehandalan prajurit Kopassus dalam mengantisifasi tugas masa depan sangat ditentukan oleh wujud pendidikan dan latihan yang dilaksanakan  secara sistematik dan berkesinambungan. Pusat pendidikan Latihan Pasukan Khusus atau Pusdipassus berada di Batujajar,Bandung adalah kawah Candradimuka yang membentuk prajurit Kopassus masa depan yang handal. Dari Pusat Pendidikan inilah dengan dukungan sarana yang memadai dan prajurit pelatih yang menerapkan disiplin baja diharapkan lahir prajurit-prajurit yang mahir dan handal. Ciri khas pendidikan Komando adalah para pelatih selalu konsisten dan adil bukan berdasarkan kepangkatan peserta didik melainkan karena semata-mata karena prestasi dan kemampuannya.
Prajurit Komando yang tanguh memerlukan manusia-manusia yang bersikap pantang menyerah, tabah dan ulet, memilki disiplin yang tinggi dan kejujuran serta keikhlasan sebagai ciri sikap Kesatria sejati. Latihan keras dalam bidang teknis kemilteran bertujuan untuk membentuk prajurit Komando yang cakap dan terampil dalam olah yudha dan memilki mental baja. Setelah menjalankan pendidikan Komando dan Spesialisasi dasar para prajurit Kopassus siap untuk ditempatkan di  Grup-Grup Operasional untuk melaksanakan penugasan sesungguhnya.
Kopassus dengan motto "Lebih Baik Pulang Nama Dari Pada gagal Dalam Tugas" selalu meberikan pengabdian yang terbaik untuk Nusa dan Bangsa. Prajurit Kopassu telah mengharumkan nama Bangsa Indonesia di mata Internasional dengan berbagai prestasinya seperti pencapaian puncak gunung tertinggi di dunia Mount Everest, memecahkan rekor Asia dalam kerjasama di udara antar canopi (CRW) dengan formasi 17 penerjun bersusun tegak. Tantangan untuk selalu siaga mengamankan kedauulatan Bangsa tetap menghadang, Korps Baret Merah selalu siap hari ini dan hari esok, siang dan malam, jaya di darat laut dan udara. "Merah Baretku adalah Merah Darahku" yang siap tumpah membasahi bumi demi tetap tegaknya Sangsaka Merah Putih di pangkuan Ibu Pertiwi
BAB VI
PENUTUP
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dari kegiatan tersebut maka penulis dapat mengajukan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1.      prajurit Kopassus harus selalu terpatri hobi belajar dan berlatih, sehingga nantinya menjadi prajurit Kopassus yang tanggap, tangguh dan trengginas, atau best of the best.
2.      Kopassus memiliki  prajurit yang memilki kemampuan dan keterampilan khusus di bidang mental, fisik, taktik dan tehnik untuk melaksanakan operasi khusus terhadap sasaran yang bersifat strategis terpilih.
3.      Prajurit Komando yang tanguh memerlukan manusia-manusia yang bersikap pantang menyerah, tabah dan ulet, memilki disiplin yang tinggi dan kejujuran serta keikhlasan sebagai ciri sikap Kesatria sejati.
4.      Kopassus dengan motto "Lebih Baik Pulang Nama Dari Pada gagal Dalam Tugas" selalu memberikan pengabdian yang terbaik untuk Nusa dan Bangsa.
5.      Kopassus  merupakan satuan yang bercirikan daya gerak, daya tempur dan daya tembak yang tinggi. Mampu beroperasi dengan tidak tergantung pada waktu, tempat, cuaca atau kondisi medan yang bagaimanapun sulitnya di 3 matra (darat,laut maupun udara).
6.      Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto Berani, Benar, Berhasil.
7.      Grup 2 Kopassus/Para Komando adalah satuan setingkat Brigade, yang merupakan bagian dari Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat dan didirikan pada tahun 1962. Grup ini bermarkas di Kartasura, Sukoharjo, dengan Komandan Grup pertama kali adalah Mayor Inf Sugiarto .
8.      Secara garis besar satuan dalam Kopassus dibagi dalam lima Grup, yaitu:
*  Grup 1/Para Komando - berlokasi di Serang, Banten

































LAMPIRAN
PHOTO-PHOTO













 
















EH BUAH APA INI, KITA BARU TURUN DARI BUS NICH… LAGI DIHALAMAN GRUP 2 KOPASSUS SURAKARTA SOLO….

WAH….. KITA-KITA LAGI PADA PHOTO SAMA PAK DIREKTUR NICH… INI DIHALAMAN HOTEL SAHID SOLO……. WAKTU MAU BERANGKAT KE KOPASUSUS GRUP 2 SOLO

NAH KALAU INI LAGI PADA DUDUK-DUDUK DI GEDUNG AULA NUNGGU PAK KOMANDAN DATANG ….


Lambang Kopassus




 
















Komando Pasukan Khusus
Tentara Nasional Indonesia




KATA SELAMAT DATANG DI GRUP-2 KOPASSUS SURAKARTA SOLO UNTU MENYAMBUT ROMBONGAN KITA-KITA YANG BARU SAJA SAMPAI……….
PHOTO PAK LETKOL INF RICHARD TH TAMPUBOLON, SH SEDANG MEMBERIKAN MATERI ….. MANIS JUGA PAK RICHARD…. HE..HE..HE…
PAK LETKOL INF RICHARD TH TAMPUBOLON, SH LAGI BERJABATAN TANGAN DENGAN BAPAK DIREKTUR DR. EDDY IRAWAN ARIEF, M.EC SALING MENYERAHKAN CINDERA MATA MASING-MASING … ASYIK KHAN…..?

HAI, AKU KOLINAWATI PHOTO DENGAN LETNAN KOLONEL INF RICHARD TH TAMPUBOLON, SH




HAI, AKU YULESMI PHOTO DENGAN LETNAN KOLONEL INF RICHARD TH TAMPUBOLON, SH


PHOTO DOKUMEN PAHLAWAN WAKTU DI DANGRUP 2 KOPASSUS SURAKARTA SOLO



EH AKU INI SIAP LHO MAU MAKAN, EEEEEENAK TENAN ,,,,,,, MAU IKUTAN NG?


NI LAGI DI ATAS MOBIL, DARI KIRI YULESMI DAN KHOLINAWATI WAAAH LAGI PADA PASANG GAYA NIH…….CAPEK DEH……

 








 














INI PAK EDY  SUMARYANTO DENGAN NYONYANYA BU HERI METIASIH
WAAAH SETIA BANGEEET……. KULIAH BARENG FIELTRIEPPUN BARENG……….

NAH INI DIA MEREKA LAGI-LAGI BERDUAAN SETIA BUKAN?





HE.. HE.. HE… LAGI BARUSAN HABIS SARAPAN PAGI NICH DI HOTEL IBIS YOGYAKARTA….


LAGI PADA PASANG GAYA NIH MUMPUNG LAGI PADA SIAP-SIAP MAU BERANGKAT KE KOPASSUS…


KELOMPOK 3 YAITU DARI KIRI KHOLINAWATI, YULESMI, HERI METIASIH DAN PAK EDY SUMARYANTO KOMPAK BUKAN?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar